Pidato Syekhul Ma’had Panji Gumilang di Al-Zaytun

http://hbis.wordpress.com/2008/07/26/pidato-syekh-panji-gumilang-di-al-zaitun/?referer=sphere_related_content/

Mari semua itu kita jadikan masa Ialu dan kita tinggalkan. Sebab bangsa yang tidak sanggup meninggalkan masa lalunya, itu merupakan pertanda bahwa: Bangsa tersebut tidak berkeinginan untuk menampilkan generasi yang kuat, berketahanan fisik, berkecerdasan fikir, dan berkecepatan reaksi. Mari kita tinggalkan paradigma pembangunan dan pendidikan masa Ialu, dan kita persiapkan bangsa ini melalui pendidikan, agar mereka mampu menjadi bangsa yang mandiri, menjadi leader/ pemimpin yang sesuai dengan abad ini, minimal untuk memimpin diri sendiri. Melalui pendidikan, mari kita hantarkan generasi produk pendidikan yang bercirikan abad 21 ini:

a-Systems thinker (pemikir sistem-sistem) yang berkeupayaan menggabungkan antara isu, kejadian, dan data secara utuh/terpadu.

b-Change agent (agen perubahan) berkemampuan mengembangkan pemahaman dan memiliki kompeten tinggi dalam menciptakan dan memenej perubahan (change) bagi kehidupan bangsa agar dapat bertahan hidup.

c-Innovator and risk taker, yakni pembaharu dan berani mengambil resiko, terbuka terhadap perspektif yang luas dan kemungkinan-kemungkinan yang esensial dalam menentukan tren dan menggerakkan pilihan.

d-Servant and steward, kemampuan dan keupayaan untuk meningkatkan pelayanan kepada yang lain, pendekatan holistik untuk bekerja, memiliki a sense of community dan berkemampuan membuat keputusan bersama.

e-Polychronic coordinator, yang berkeupayaan untuk dapat mengkordinasikan banyak hal dalam waktu yang sama yang harus dapat bekerja bareng dengan orang lain.

f-Instructur, Coach and Mentor, yang berkeupayaan tampil sebagai pembantu orang lain untuk belajar, menciptakan banyak pendekatan yang beraneka, sebagai instruktur, pelatih, dan mentor (penasihat yang baik).

g-Visionary and vision builder, yang berkeupayaan membantu membangun visi bangsa/negaranya dan memberi inspirasi bagi segenap lapisan masyarakat yang diposisikan sebagai pelanggan dan kolega.

Lima Ukuran Minimal Pencapaian

Tujuh characteristic generasi Indonesia produk pendidikan Indonesia modern seperti yang telah diuraikan itu mesti ada ukuran minimal pencapaiannya dalam waktu tertentu. Untuk itu semua mari kita buat kesepakatan bersama, dalam menghantar generasi baru Indonesia modern ini minimal untuk kurun waktu 2020 yang menjelang datang besok pagi nan tak terlalu lama lagi. Kalau boleh kesepekatan itu kita namakan Kesepakatan Muharram 1425 Tentang Pencapaian Minimal Pendidikan Indonesia Modern di Tahun 2020.

1-Menjelang 2020 semua anak Indonesia umur sekolah tanpa kecuali, mesti telah memasuki sekolah dengan segera.

2-Menjelang 2020 tingkat tamatan SMA menjadi terus bertambah sampai 95%.

3-Menjelang 2020 Pelajar Indonesia tahun ke-4, 8, 12 telah berkemampuan mendemonstrasikan kompetensi mereka dalam berbagai materi subyek yang sangat menantang, termasuk Bahasa Indonesia, Inggris, Arab (Mandarin), Matematika, Sains, Sejarah, Geografi. Dan setiap lembaga pendidikan Indonesia modern dapat menjamin bahwa setiap pelajar mampu belajar menggunakan pemikiran mereka dengan baik dan telah dipersiapkan sebagai warga negara yang bertanggung jawab, belajar lebih lanjut (further-learning), sebagai pekerja produktif dalam ekonomi modern.

4-Menjelang 2020, pelajar-pelajar Indonesia modern dapat menjadi The first in the world dalam pencapaian Sains dan Matematik.

5-Menjelang 2020, setiap manusia dewasa Indonesia modern telah melek huruf semua tingkatan, dan terus berproses mencapai/menguasai knowledge dan berbagai skil yang sangat penting,untuk berkompetisi dalam global ekonomi, serta terus bergerak dan berlatih untuk masalah kebaikan dan kebenaran juga tanggung jawab sebagai warga negara.

6-Menjelang 2020, setiap lembaga pendidikan Indonesia modern harus terbebas dari narkoba, berdisiplin tinggi dalam tatanan lingkungan yang kondusif yang cintakan belajar.

7-Semua produk pendidikan Indonesia modern sudah siap masuk dalam tatanan hidup dalam Zone of Peace and Democracy.

2020 bukan waktu yang lama, namun juga bukan waktu yang singkat, jika kita berkiprah untuk mencapai ukuran minimal yang kita sepakati itu, semua dengan izin Allah dan amal perbuatan nyata kita, semuanya pasti dapat dicapai.

Atas namamu ya Allah, kami semua berikrar untuk memajukan bangsa dan negara karunia-Mu, membangun melalui pendidikan, beri kekuatan kepada kami, kepada bangsa Indonesia dan ummat manusia semua yang cintakan perjuangan menempuh jalan pendidikan dalam usaha menyebarkan pengetahuan yang Engkau telah contohkan dan anjurkan. Amin.

هذا والله يرعانا ويحفظنا والحمد لله رب العالمين

Bakti Ramadan di Al-Zaytun

Langkah dan ijtihad yang berani telah dilakukan oleh Al-Zaytun Indramayu Indonesia dengan mengadakan gerakan Bakti Ramadan. Di saat orang masih berkutat pada patokan zakat fitrah 2 = kg beras atau makanan pokok yang jika dirupiahkan sebesar Rp12.500, dengan harga beras Rp5000,- per kilo gram, Al-Zaytun menetapkan Bakti Ramadlan sebesar Rp50.000, berdasarkan perhitungan lima kilogram (segantang) kurma yang berharga Rp10.000, per kilo.
Teringat anekdot antara tukang becak asal Madura dengan pedagang sayur. Pada suatu ketika pedagang sayur naik becak yang pengayuhnya orang Madura. Karena pedagang sayur agak tergesa-gesa ia meminta tukang becak mepercepat laju. Tolong cepat sedikit pak keburu nggak kebagian sayur, kata pedagang sayur sambil memukul-mukul atap becak. Rong ewu limang atus kok njaluk cepet (dua ribu lima ratus kok minta cepat), gumam tukang becak sambil mengayuh kesal.
Sepintas anekdot ini hanyalah kekesalan antara pedangan sayur dan tukang becak namun jika dicermati dalam dan sarat maknanya. Secara tidak langsung tukang becak membandingkan antara becak dan bukan becak (seperti mobil) atau kalau mau cepat ya tambah ongkosnya, jangan cuma Rp 2.500.
Sama halnya dengan besarnya zakat. Dikiaskan dengan pengayuh becak, wong Rp 12.500,- kok minta syurga atau murah kok minta syurga. Mungkin ini yang menjadi dasar penetapan bakti Ramadlan di Al-Zaytun. Kalau mau banyak dan bagus ya jangan sedikit (jumlahnya).
Bisa dikalkulasi jika jumlah sivitas akademika Al-Zaytun 11.000 orang kemudian setiap orangnya mempunyai famili minimal tiga orang, ayah, ibu, dan adik akan berjumlah 44.000 orang. Kemudian per orang membayar Bakti Ramadlan Rp 50.000,- akan terkumpul Rp 2,2 miliar.
Mungkin ada pertanyaan, apa hukumnya. Menaggapi hal ini Syaykh Al-Zaytun A.S. Panji Gumilang menjelaskan dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam dzikir Jum\’at Jangan tanya hukumnya. Bagus enggak? Kemudian beliau bertanya kepada pelajar, Anak-anak bagus enggak Bakti Ramadlan Rp 50.000? Bagus, jawab pelajar serempak. Ya sudah kalau bagus, lanjut Syaykh.
Pengumpulan Bakti Ramadlan di Al-Zaytun disentralkan di bagian keuangan yayasan dan setiap pembayar mendapat tanda bukti (kwitansi pembayaran). Sehingga keuangan dapat dikontrol da penyelewengan dapat dihindari. Kemudian Bakti Ramadan yang terkumpul dibagikan kepada mustahiq dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat serta institusi itu sendiri.
Dengan langkah ini Al-Zaytun dapat melakukan banyak hal. Satu di antaranya setiap tahun Al-Zaytun membagikan hasil Bakti Ramadlan kepada warga masyarakat, Mekarjaya Kecamatan Gantar khususnya, lebih kurang 3.200 orang. Jumlah yang besar dibanding yang kecil yang belum pernah dilakukan oleh organisasi maupun pemerintah setempat sekalipun.
Untuk memudahkan pendistribusian, awalnya Al-Zaytun mengadakan pendataan mustahiq yang pelaksananya dari pelajar dan mahasiswa. Setelah terkumpul seterusnya data dikelompokkan sesuai dengan blok di desa masing-masing.
Langkah berikutnya adalah pemberian kupon pengambilan Bakti Ramadlan kepada mustahiq dan diinformasikan kepada mereka mengenai hari, tanggal, dan waktu pengambilan secara door to door.
Pada hari yang telah ditentukan para panitia Bakti Ramadlan datang ke lokasi pendistribusian untuk membagikan beras per orang tiga kilo gram beras. Mustahiq yang telah mendapatkan kupon berkumpul di tempat pendistribusian.
Sebelum pembagian, panitia distribusi terlebih dahulu memberikan pengarahan teknis kepada mustahiq yang sudah berbaris rapi dan mengingatkan kepada mereka agar tertib, rapi, dan tidak berdesak-desakan. Setelah itu mustahiq menyerahkan kupon untuk ditukar dengan beras secara bergantian, satu persatu.
Karena kupon telah dipegang oleh mustahiq maka tidak ada kekhawatiran takut tidak kebagian. Sehingga setiap mustahiq bisa mendapatkan haknya berupa beras dan bersenyum lebar.
Langkah ini dilakukan Al-Zaytun sejak pembangunan fisik kampus hingga sekarang. Dengan cara ini pelaksanaan distribusi Bakti Ramadlan berjalan lancar dan terkendali. Siapa setuju silakan mengikuti dan jika tidak setuju hendaklah saling menghormati. Peace.

Embrio Bank Emas Islam

http://www.tokohindonesia.com/aneka/tokohdunia/mirkhan/berita/index.shtml

Dinar & Dirham International Sdn. Bhd sebuah lembaga perusahaan yang secara khusus bergerak di bidang keuangan dan ekonomi Dinar Mas. Menurut Dato’ Paduka Sri Mir Khan, CEO Dinar & Dirham International Sdn. Bhd, lembaga ini merupakan permulaan (embrio) Bank Emas Islam.

Selain mendesain, memproduksi dan mendistribusikan produk emas dan perak dalam jumlah besar, Dinar & Dirham International, juga memberikan edukasi dan pelatihan tentang ekonomi berbasis emas, menjalin dan mengatur mekanisme Kerjasama Perdagangan Internasional menggunakan emas.

Selain itu, Dinar & Dirham juga merupakan pemrakarsa cadangan emas Islam, berperan sebagai model baru bagi investasi perdagangan domestik dan internasional, juga memberikan analisis mendalam tentang pasar emas dunia, menganalisis implikasi politik dan finansial secara global atas penggunaan emas sebagai mata uang dunia.

Kehadiran Dinar & Dirham International Sdn. Bhd dilatarbelakangi krisis keuangan di Asia pada 1997-1998 memberikan 5 pesan: pertama, uang kertas tidak mempunyai nilai riil sebab hanya merupakan angka-angka yang dicetak di atas kertas; (2) Sistem keuangan global tidak stabil dan tidak adil; (3) Negara-negara berkembang mempunyai ketahanan yang kecil terhadap spekulasi mata uang; (4) Oleh karena itu, untuk mempertahankan diri, harus dibuat mata uang perdagangan milik sendiri yang mempunyai nilai riil; dan (5) Emas adalah penyimpanan kekayaan yang aman dan stabil dan secara global diterima sebagai mata uang perdagangan.

Keberanian Dato Sri Dr. Mahathir Bin Mohamad dan keberhasilan ketahanan ekonomi Malaysia terhadap serangan spekulator mata uang dan pengaruh IMF, memberikannya suatu pemahaman yang mendalam tetang pentingnya membangun mata uang perdagangan berbasis emas bagi negara-negara Islam.

“Bagi dunia Islam, prakarsa Malaysia untuk menggunakan emas sebagai kerjasama perdagangan internasional adalah titik awal yang akan memperkuat dan mempersatukan umat muslim,” ujar Dato’ Paduka Sri Mir Khan, CEO Dinar & Dirham International Sdn. Bhd.

Ketika itu, Oktober 2003, Malaysia menjadi tuan rumah KTT OKI ke-10 di Putrajaya. Proposal untuk menggunakan emas sebagai instrumen kerjasama perdagangan diajukan kepada 57 pemimpin dunia. Kerjasama bilateral dikembangkan menjadi kerjasama multilateral di mana nantinya akan berkembang menjadi Blok Perdagangan Emas.

Ini merupakan platform di mana semua negara muslim bisa sepakat dan sebagaimana yang disampaikan oleh Dato Sri Dr. Mahathir, “… ini akan memberikan lebih banyak kemampuan dalam menghadapi tekanan yang diberikan oleh lawan-lawan kita dibandingkan pembalasan dengan kekerasan.” Penggunaan Dinar Emas dapat berfungsi sebagai alat pemersatu di antara negara-negara anggota OKI, mendorong perdagangan antaranggota, dan memberikan mereka mata uang perdagangan yang tangguh.

Dinar Mas akan menjadi tanda kembalinya emas sebagai instrumen keuangan dan mata uang global yang sesungguhnya. Ia memberikan alternatif pertama bagi mata uang utama lainnya di dunia. Dijelaskan oleh Dato’ Sri Mir Khan, perpindahan dari mata uang kertas menjadi emas akan memperkuat dan mempersatukan negara-negara Islam. Juga akan memulai dibentuknya Blok Perdagangan Dinar Mas, mendorong dan mempromosikan perdagangan di antara negara-negara anggota OKI, menggeser ketergantungan terhadap dolar Amerika, membuka jalan bagi instrumen dan praktik perdagangan berbasis emas lainnya, dan menciptakan sistem kerjasama perdagangan global yang adil dan stabil, yang akan menguntungkan negara-negara berkembang.

Sebagaimana yang dinyatakan oleh Tan Sri Nor Mohamad Yacob, “Dengan menggunakan Dinar Mas untuk memperkuat hubungan kita, saya percaya ini merupakan suatu kewajiban bagi kita sebagai umat muslim untuk secara kolektif menerapkan komponen masa depan dari sistem keuangan Islam internasional ini.”

Syafi’i Ma’arif: Umat Islam Harus Berhenti dari Teologi Maut

dari: detikCom

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Ma’arif menilai, pemahaman tentang jihad selama ini banyak disalahartikan, sehingga sebagian masyarakat muslim melakukan tindakan kekerasan atas nama jihad.

Namun menurut penerima Magsasay Award 2008 ini, setiap kekerasan yang dilakukan oleh kelompok mana pun di Indonesia akan berakhir dengan kekalahan. Bagaimana meluruskan pemahaman umat yang keliru ini? Berikut wawancara detikcom dengan Syafii Ma’arif.

Amrozi Cs oleh keluarga dan pendukungnya dianggap mati dalam keadaan sahid. Bagaimana komentar Bapak?

Bagi saya biar saja mereka berpendapat seperti itu. Hukuman mati memang harus mereka terima. Nggak usah kita berpolemik lagi masalah itu.

Arti syuhada sebenarnya apa?

Syuhada bisa diartikan sebagai orang yang mati dalam keadaan membela agama Islam. Syuhada secara harfiah berarti orang-orang yang bersaksi. Jadi seluruh umat Islam memang bertugas sebagai syuhada, sebagai saksi dan pengawal perjalanan peradaban. Ini bisa kita lihat dalam Al quran Surat Al Baqarah ayat 143 dan Al Hajj ayat 178. Sebagai syuhada, kita menjadi penyaksi, mengontrol peradaban menuju ke arah jalan kenabian.

Berarti syuhada tidak harus mati dalam perang membela Islam?

Oo tidak. Iya memang mati syahid biasanya dalam perang. Dalam sejarah kita bisa menyaksikan di Perang Badar. Itu jelas, karena mereka mati dalam mempertahankan kebenaran Islam.

Kepercayaan mereka selama ini keliru?

Selama ini mereka mempercayai teologi maut, umat Islam harus berhenti dari kepercayaan tersebut. Prinsip teologi maut, yakni mereka berani mati karena tidak berani hidup. Kecuali hanya mengagungkan sejarah, marah, menganggap yang tidak sepaham dengannya sebagai musuh. Padahal Allah tidak seperti itu. Al quran pun jauh lebih toleran.

Dalam wasiat Imam Samudra yang dibagi-bagikan di kediamannya, dikatakan umat Islam harus terus berjihad melawan orang kafir. Imam Samudra juga menganjurkan agar umat Islam juga meyakini apa yang telah diyakini olehnya?

Yang membagi-bagikan harus dituntut. Mereka menjadikan politik kerasan sebagai mata pencaharian. Selama ini mereka tidak mempunyai tawaran. Nilai- nilai kemanusiaan juga tidak ada. Mereka mencoba memonopoli kebenaran. Tapi ingat, dalam perkembangannya di Indonesia, setiap ideologi yang mengembangkan kekerasan pasti gagal.

Sebenarnya apa yang salah dalam memahami ajaran Islam?

Orang tidak mau berusaha memahami Alquran secara total. Alquran hanya diambil ayat-ayat yang sesuai dengan subyektivisme mereka. Ini celaka. Pasti ada perbedaan dalam memahami Alquran, nggak mungkin kita sama. Karena manusia bersifat nisbi, tidak mutlak. Tafsir tidak pernah mutlak dan terus berkembang. Silakan saja berbeda pemahaman asal konstruktif, jangan destruktif.

Di sisi lain, pemerintah jangan bingung, harus tegas. Kalau pemerintah tidak tegas, maka kekerasan akan terus terjadi dan akan terus meminta korban.

Bagaimana meluruskan pemahaman pendukungnya Amrozi Cs yang keliru ini?

Beri pencerahan saja. MUI harus mengimbau agar mereka kembali ke jalan yang benar sesuai dengan syariat Islam yang sesungguhnya. Organisasi massa seperti Muhammadiyah dan NU juga harus berperan. Selama ini Muhammadiyah dan NU Jawa Tengah juga telah memberi pemahaman sangat bagus soal masalah ini.

Hal-hal apa saja yang harus diperbaiki agar pemahaman keliru tentang jihad ini tidak lagi terjadi?

Pahami agama Islam secara benar. Kembangkan budaya siuman. Siuman artinya, manifestasi dari akal kita yang sehat, serta hati nurani yang bersih. Bersih dari segala perilaku-perilaku yang menimbulkan kebencian.(anw/iy)

Al-Zaytun Hibahkan 18 Sapi Pejantan Unggul ke Negara

dikutip dari: http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/07/al-zaytun-hibahkan-18-sapi-pejantan.html

Al-Zaytun dalam program uji progeny (progeny test) nasional mendapatkan jenis ternak sap! unggul (excellent bull), menghibahkan 18 sapi pejantan unggul kepada negara. Penghibahan bibit sapi unggul itu sebagai persembahan nyata Al-Zaytun dalam memeringati Satu Abad Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) kiranya dapat mendorong kebangkitan nasional, khususnya kebangkitan peternakan sap! nasional. Hal ini sekaligus sebagai persembahan Al-Zaytun dalam rangkaian kegiatan Sewindu Al-Zaytun.
Penghibahan dengan nilai tak terhingga itu, dilakukan oleh Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang melalui Di¬rektur Perbibitan, Ditjen Peternakan, Departemen Pertanian RI, Dr. Ir. Gunawan, di Kampus Al-Zaytun, 30 April 2008. Al-Zaytun dengan sukarela menghibahkan lebih 40 kepala Bull unggul, namun pemerintah masih memilih 18 kepala pada tahap pertama. Tetapi hanya dengan hibah 18 kepala bibit sapi unggul ini, sudah dapat memenuhi 10% kebutuhan semen (sperma) sapi unggul nasional. Kelak Al-Zaytun akan menghibahkan yang lainnya sesuai keperluan demi mempercepat proses kebangkitan peternakan sapi nasional, baik sapi perah maupun sapi pedaging’

Di tengah kondisi bangsa yang sedang mengalami krisis minyak, pangan dan sapi (daging dan susu), Al-Zaytun mengoptimalkan momentum satu abad Hari Kebangkitan Nasional dengan menghibah¬kan 18 kepala sapi (pejantan) unggul. “Sekarang sedang krisis, ayo hibah. Semua krisis, minyak krisis, pangan krisis, sapi krisis. Nah kita mulai dari sini, hibah 18 kepala saja su¬dah lo % kebutuhan nasional,” kata Syaykh Al-Zaytun Panji Gumilang scat Berita Indonesia mengonfirmasi tentang hibah tersebut.
Diperkirakan harga Bull unggul Canada itu Rp 2,5 sd 3 miliar per kepala. Jika dikali 18 berarti bernilai sekitar Rp 50 milyar. Namun Syaykh Panji Gumilang mengatakan agar jangan dihitung atau dirupiahkan. “Miliar rupiah itu bisa dicari. Yang penting bangsa kita ini bangkit. Protein terpenuhi, susu terpenuhi,” kata¬nya. Syaykh mengatakan lebih baik dilihat kemanfaatannya untuk mendorong kebangkitan bangsa, khususnya kebangkitan peternakan nasional.

Ketika ditanya bagaimana prosesnya dan kenapa Al-Zaytun mengibahkan sapi pejantan unggul itu? “Ya, karena cinta bangsa dan negara. Demi kebangkitan bangsa,” jawab Syaykh Al-Zaytun. Menurut¬nya, suatu bangsa tidak bakal bangkit kalau tidak diawali dari sumber asupan yang berprotein, bergizi, dan sehat. Sementara itu, Syaykh melihat bangsa dan negara ini tidak bisa mengatasi kekurangan sapi pejantan. “Ya, kita hibahkan,” jelas Syaykh Panji Gumilang.

bersambung di sumber aslinya…

Ma’had Al-Zaytun Aset Umat Islam

Wakil Ketua Majlis Tabligh PP Muhammadiyah H Tabrani Syabirin MA, Ma’had Al-Zaytun Aset Umat Islam

Orang-orang yang selama ini “menggugat” dan mempermasalahkan keberadaan Ma’had Al-Zaytun perlu introspeksi diri. Masalahnya pesantren terbesar “di Asia Tenggara” itu aset umat Islam Indonesia yang perlu dijaga. Jika Islam tumbuh dan berkembang di Indonesia, tentu akan memberikan kebanggaan tersendiri dan sangat selaras dengan mayoritas (87% penduduk) muslim di negeri ini.

“Jadi, kesalahan besar jika umat Islam mempermasalahkan aset yang juga milik umat Islam,” kata Wakil Ketua Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah H Tabrani Syabirin MA kepada Pelita di kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (4/5). Pernyataan Tabrani berkaitan dengan banyaknya umat Islam yang mempermasalahkan keberadaan Al-Zaytun, bahkan ada yang ingin mengambil alih.

Menurut Tabrani, sebagian kecil orang yang mempermasalahkan Al-Zaytun dan mereka menilai ajaran-ajaran yang diterapkan Al-Zaytun itu sesat. “Yang menjadi pertanyaan, mengapa hanya Ma’had Al-Zaytun saja yang diungkit-ungkit? Kalau lantaran dari mana dana untuk membangun pesantren mewah, itu urusan mereka. Yang jelas fisik bangunannya bisa dilihat dengan mata kepala kita. Ini menunjukkan di Al-Zaytun tidak ada penyelewenangn dana.”

Tabrani yang juga dosen Syariah IAIN Syarif Hidayatullah itu menegaskan, mengapa orang-orang yang mempermasalahkan Al-Zaytun tidak mengamalkan al-Qur’an surat Al-Fath ayat:29 :”Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud….

Tabrani juga mempertanyakan mengapa orang-orang tersebut sangat gencar mengaitkan Ma’had Al-Zaytun dengan NII. “Kalau menilai lembaga pendidikan itu jangan terfokus pada siapa pendirinya, tetapi apa tujuan didirikannya, bagaimana kurikulumnya. Kalau memang itu pondok pesantren, apakah menyimpang dari al-Qur’an dan hadits? Buktinya anak-anak yang masuk ke Al-Zaytun sangat ketat. Mereka yang diterima harus hafal juz amma (juz 30-red),” papar Tabrani lagi.

Jika yang menjadi pertanyaan itu “soal dana dari mana”, lanjut Tabrani, itu bukan pertanyaan ilmiah. “Kalau benar orang-orang itu ingin berdakwah, seharusnya mempertanyakan juga dana yang didapat oleh orang-orang non Islam, seperti Sekolah Tinggi Dolos, Apostolos dan sekolah-sekolah lainnya yang umumnya dibangun dengan dana miliaran. Bahkan James Riady, bos Lippo terang-terangan mengatakan akan membangun 1000 lebih sekolah Kristen di daerah terpencil dengan dana 200.000 dolar Amerika. Seharusnya ini yang dikejar, dari mana dananya,” kata Tabrani berapi-api.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sudah menurunkan tim untuk menyelidiki Ma’had Al-Zaytun. Namun, sudah setahun lebih belum ada titik terang. Begitu juga tim dari Badan Litbang Departemen Agama tidak mendapatkan “penyimpangan”. “MUI hanya meneliti bidang ibadah dan akidah, tidak mencampuri urusan politik. Urusan politik itu bagian Depdagri, jika berkaitan dengan pidana itu urusan polisi,” kata Ketua MUI H Amidhan kepada Pelita di Jakarta beberapa waktu lalu.

Silakan menginap di Al-Zaytun

Syekhul Ma’had AS Panji Gumilang mempersilakan siapa pun mengunjungi Al-Zaytun. “Kalau bisa menginap di Al-Zaytun untuk melihat dari dekat bagaimana aktivitas siswa sehari-hari. Jika ingin menyelidiki silakan tinggal beberapa hari di Al-Zaytun,” ucap Syekh Panji Gumilang sebagaimana diwawancarai salah satu stasiun televisi.

Menurut Syekh Panji Gumilang, Ma’had Al-Zaitun didirikan dengan dana yang diperoleh dari kalangan muslim Indonesia. Untuk satu unit bangunan ponpes yang terdiri dari 14 kamar dibutuhkan dana sekitar Rp10 milyar. Dikompleks ponpes ini akan dibangun sebanyak 27 unit.

Santri yang masuk ke Ponpes tersebut hasil saringan ketat. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon siswa adalah hafal Juz Amma (al-Qur’an juz ke-30). Berapa biaya seorang santri? Syekhul Ma’had menjelaskan setiap santri yang lulus tes diwajibkan menitipkan kepada pengelola pesantren 2000 dolar AS, termasuk biaya administrasi, pembelian seragam, perlengkapan mandi, piring, sendok, gelas hingga buku-buku untuk santri selama 6 tahun. “Orangtua tidak lagi mengeluarkan biaya pendidikan selama enam tahun. Kami yang bertanggungjawab mendidik anak-anak sampai menjadi pakar di berbagai bidang, termasuk menguasai bahasa-bahasa internasional,” kata Syekhul Ma’had Al-Zaytun Panji Gumilang.

Ma’had Al-Zaitun kini sudah berdiri megah di tengah hutan di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat. Hampir setiap hari rombongan tamu berkunjung ke tempat itu, yang tentunya sudah menjadi obyek wisata. Masyarakat kerap membicarakannya, tentang kemegahannya, kebersihannya, ketertibannya, dan keunggulannya.

Yayasan Ma’had Al-Zaytun itu juga akan membangun sekolah dasar di 340 kabupaten diseluruh Indonesia, diluar Jakarta, yang seluruhnya akan dipimpin oleh seorang Doktor ( S3 ) dalam bidang pendidikan? Sekarang, rencana itu baru selesai 3%. Dalam bentuk seperti itupun, sudah banyak pengunjung yang kagum terhadap pesantren yang baru berumur hampir dua tahun itu. Santrinya, telah mecapai 4.500 siswa pria dan wanita, dilengkapi masjid “sementara” yang memuat 6.000 jamaah, ruang pendidikan, asrama, projek peternakan, pertanian dan ekonomi lainnya, misalnya pohon jati serta perlengkapan dapur, cuci, poliklinik yang demikian modern?

Menurut Panji Gumilang, Indonesia semestinya begitu. “Inilah Indonesia,” katanya. Sebagai seorang warganegara Indonesia yang ingin melihat tanah airnya “berjaya”. Panji Gumilang ingin berbakti kepada bangsanya melalui dunia pendidikan, mempersiapkan sumber daya manusianya.

Panji Gumilang yang pernah menjadi anggota HMI (waktu Ketua Umum PB HMI Nurcholish Madjid) menunjukkan warna merah dan putih yang dijadikan warna logo pesantren itu. Falsafah pendidikannya menjadikan Ma’had Al-Zaytun menjadi Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian .

Panji Gumilang mengatakan bahwa Ma’had Al-Zaytun bermotto : Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian. “Menurutnya, Ilmu Allah dengan segala renik - detailnya hanya akan didapat dengan cara didikan dan ajaran yang selalu dijiwai oleh toleransi dan damai. Selanjutnya dikatakan, bahwa penanganannya dititik beratkan kepada proses sistem efektif dan efisien, yang berorientasi kepada hakekat kemanusiaan yang tidak membeda - bedakan status sosial keadaana manusia itu, kaya - miskin , bodoh - pintar dan sebagainya. Namun, sudah tentu ditempuh penyaringan - penyaringan secara wajar berdasar persiapan mereka.

Siapa pun yang berkunjung ke Pesantren Al-Zaytun akan dipandu melihat tempat pendidikan, pemondokan, dapur, ruang makan santri, sampai ke peternakan sapi, bebek dan lain sebagainya. Apa yang menarik disana? Pesantren yang baru dibuka 3 tahun lalu itu, kini telah menampung sekitar 4.500 santri dari seluruh Indonesia ( termasuk Timor - Timur) dan dari Malaysia, Singapura dan Kamboja.

Dapat dikatakan, bahwa semuanya dilakukan secara professional. Ruangan dapur dilengkapi serba modern, tempat penyimpanan makanan, memasak dan cuci piring, yang semuanya serba elektris, menggunakan mesin bikinan pabrik “Electrolux”. Demikian juga perlengkapan cuci pakaian. Untuk mencuci sekitar 5.000 piring melamin, hanya dibutuhkan tenaga satu orang. Dan hanya beberapa menit, semuanya dilaksanakan ibarat sebuah hotel bintang lima.

“Santri di sini, makan gratis, kecuali laundry yang harganya pun sangat murah,” ucap Syekhul Ma’had Al-Zaytun.

Di ruangan asrama, ada yang khas disana. Para santri, tidur sekamar 8 - 10 orang, mengunakan tempat tidur bertingkat. Mereka ditemani seorang guru yang juga tidur dalam satu kamar. Dalam rungan itu terdapat 3 kamar mandi dan wc, ruangan belajar bersama dan perpustakaan kecil. Suasana sangat tertib dan bersih. Kesannya, enak belajar. Apalagi seorang guru selalu menemani para santri. Santri pria ditemani ustadz pria, begitu juga santri putri ditemani ustadzah. Mereka setiap hari dibimbing baik dalam pelajaran umum maupun dalam menghafal al-Qur’an. Santri yang baru 1,5 tahun sudah hafal sampai surat al-A’raf (juz ke-9), selain sudah hafal juz ke-30 saat mereka dites masuk perguruan Al-Zaytunl. (dik-HUPELITA)

Datangkan 1180 Kepala Sapi Perah dari New Zealand

dikutip dari: http://al-zaytun-online.blogspot.com/2008/07/datangkan-1180-kepala-sapi-perah-dari.html

Peringatan Satu Abad Hari Kebangkitan Nasional oleh Al-Zaytun ditandai dengan berbagai tindakan nyata, melakukan hal-hal penting untuk mewujudkan kebangkitan bangsa. Di antaranya, selain mengibahkan sejumlah sapi pejantan unggul kepala Negara, juga papa bulan Mei ini mendatangkan 1.118 kepala sapi perah remaja dari New Zealand.

Impor sapi perah ini dalam rangka pengembangan peternakan sapi perah modern dan terpadu di kawasan pertanian terpadu Waduk Windu Kencana, Al-Zaytun di Incramayu, Jawa Barat. Hal ini dihajatkan untuk ikut mengatasi pemenuhan kebutuhan susu dalam negeri yang sampai scat ini masih lebih banyak yang diimpor.

Setelah menempuh proses panjang dan berbelit, izin impor 1.118 kepala sapi itu akhirnya diperoleh. Yang mengeluarkan izin bukan Departemen Perdagangan, tapi Departemen Pertanian, cq Dirjen Peternakan.

bersambung di sumber aslinya…